Skip to main content

Pantai Jogan – Peraduan Wisata Yogyakarta

Pantai Jogan

Wisata Yogyakarta merupakan salah satu yang menjadi tujuan para wisatawan lokal dan manca negara. Banyak lokasi wisata yang bisa dijumpai di kota gudeg ini salah satu nama tempat wisata yang sayang untuk anda lewatkan ketika berada di Yogyakarta adalah Pantai Jogan. Diapit dengan tebing-tebing tinggi khas pegunungan kapur membuat Pantai Jogan laksana peraduan air sungai yang turun gunung menemui ombak pulang melaut. Dari sekian banyak pantai yang terdapat di sepanjang pesisir Gunung kidul, Pantai Jogan menempati posisi paling istimewa karena adanya air terjun yang jatuh secara langsung dari atas tebing ke bibir laut.

Belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan tempat wisata Yogyakarta yang satu ini. Pantai Jogan sendiri berlokasi persis berada pada bagian barat Pantai Siung. Untuk mencapai Pantai Jogan, dibutuhkan waktu sekitar dua jam dari Jogja dengan menggunakan kendaraan bermotor. Melewati jalanan beraspal mulus, berkelok-kelok membelah perbukitan karet. Ketika sampai di Pos Retribusi Pantai Siung berarti Pantai Jogan sudah tinggal 400 meter. Kemudian anda bisa melanjutkan perjalanan melewati jalan setapak dengan dua buah sungai kecil di sisi kirinya. Sungai kecil inilah yang nantinya akan menyatu dan menjelma menjadi air terjun.


Untuk dapat menikmati guyuran air terjun di wisata Yogyakarta yang eksotis ini anda harus memberanikan untuk turun ke bawah. Ada dua cara untuk turun, pertama menggunakan teknik canyoning atau rappeling di air terjun. Cara ini membutuhkan alat dan kemampuan yang mumpuni. Sedangkan cara kedua dengan menapaki turunan kecil yang licin dan basah. Untuk melalui medan ini tentu saja anda harus berhati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh.

Popular posts from this blog

Wisata Air Terjun Tersembunyi di Indonesia: Permata Alam yang Masih Alami

  Menemukan Keindahan yang Tersembunyi di Tengah Alam Indonesia adalah surga bagi pecinta alam, terutama bagi mereka yang mencari ketenangan dan keindahan yang belum tersentuh oleh keramaian. Salah satu destinasi yang menawarkan sensasi eksplorasi dan keajaiban alam adalah air terjun tersembunyi . Terletak jauh dari jalur wisata utama, air terjun tersembunyi menghadirkan suasana damai, alami, dan penuh kejutan. Daya Tarik Wisata Air Terjun Tersembunyi Air terjun tersembunyi biasanya berada di kawasan pegunungan, hutan tropis, atau lembah yang jarang dijamah manusia. Perjalanan menuju tempat-tempat ini memang membutuhkan usaha ekstra, seperti trekking, mendaki, hingga melewati sungai. Namun, semua akan terbayar dengan pemandangan yang luar biasa. Berikut beberapa alasan mengapa air terjun tersembunyi layak dikunjungi: Panorama alami yang masih asri dan belum terjamah Suasana tenang jauh dari keramaian Cocok untuk healing dan meditasi Spot foto Instagramable yang unik...

Surga Wisata Bahari: Deburan Ombak Pantai Wisata Belitung

Di Belitung memiliki tempat wisata alam yang mengagumkan. Wisata Belitung paling banyak berupa pantai. Namun, ada tempat wisata yang bukan pantai yaitu wisata alam. Banyak para wisatawan yang berkunjung di tempat-tempat wisata yang ada di Belitung. Wisatawan tersebut baik dalam negeri maupun luar negeri. Para wisatawan mengunjungi beberapa tempat yang terkenal di Belitung. Banyak tempat wisata Belitung yang menarik. Belitung merupakan surganya wisata bahari. Hal tersebut karena di Belitung tempat wisata paling banyak adalah pantai. Pantai-pantai di Belitung sangat eksotik, cantik, ombak pantai tenang, berpasir putih. Suasana pantai di Belitung sangat alami. Di bawah ini adalah obyek wisata pantai di Belitung:           Pantai Tanjung Tinggi di Tanjung Pandan.           Pantai Matras di kecamatan Sungai.           Pantai Pasar Padi berjarak 7km dari Pangkal Pinang.       ...

Wisata Tradisi Lompat Batu atau disebut Fahombo

Kabupaten Nias Selatan terdiri dari 104 gugusan pulau besar dan kecil. Letak pulau- pulau itu memanjang sejajar Pulau Sumatera. Pulau-pulau tersebut memiliki panjang sekitar 60 kilometer dan lebar 40 kilometer. Terdapat empat pulau besar, yakni Pulau Tanah Bala (39,67 km2) Pulau Tanah Masa (32,16 km2), Pulau Tello (18 km2), dan Pulau Pini (24,36 km2). Tidak seluruh pulau berpenghuni, karena masyarakatnya tersebar di 21 pulau dalam delapan kecamatan. Nias Selatan tidak dapat dipisahkan dengan tradisi lompat batunya ( Fahombo ). Tidak semuanya masyarakat Suku Nias dapat melakukan Tradisi ini. Hanya mereka yang berada di Nias Selatan khususnya di daerah Teluk Dalam yang melakukan tradisi akrobatik ini. Hal tersebut disinyalir karena perbedaan budaya nenek moyang atau leluhur masyarakat Nias. Lompat batu ini dimaksudkan untuk mengukur kedewasaan anak laki-laki. Tradisi ini dimulai ketika anak laki-laki berusia 7 tahun. Si anak harus berlatih melompati tali yang tingginya terus di...